Padalarang, 09 Agustus 2023 ─ Melalui komitmen dalam Proyek Strategis Nasional senilai Rp235 triliun, Badan Pengelola Metropolitan Rebana berhasil menarik minat investor, ditandai dengan penandatanganan delapan kerja sama dengan investor dan lembaga donor global. Hal ini terungkap dalam acara West Java Investment Summit (WJIS), sebuah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat.
Kepala Badan Pengelola Metropolitan Rebana, Bernardus Djonoputro, sangat optimistis terhadap masa depan wilayah ini. “Pada WJIS 2023, kami menandatangani delapan naskah kerja sama dengan pemerintah daerah maupun dengan instansi/lembaga non-pemerintah seperti WRI, JICA, ITB, Polman, AIC, dan APINDO. Selain itu, beberapa kawasan industri baru, baik oleh investor internasional maupun domestik, dengan total area seluas 43.913 hektare telah mulai dibangun,” ujarnya.
Kolaborasi antara Badan Pengelola Kawasan Rebana dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan pembangunan menjadi kunci dalam mendukung pengembangan Kawasan Metropolitan Rebana serta mendorong investasi di wilayah ini dan Jawa Barat secara umum. Kerja sama ini mencakup seluruh sektor pembangunan, seperti infrastruktur, pariwisata, dan sumber daya manusia.
Kerja sama antar kota/kabupaten akan menjadi fondasi kekuatan pertumbuhan kawasan metropolitan seperti Rebana di masa depan. Dalam momen West Java Investment Summit ini, tujuh kepala daerah dari kota dan kabupaten di wilayah Rebana dipertemukan untuk membangun komitmen bersama sebagai dasar kerja sama lintas daerah dalam mendukung pengembangan kawasan Rebana ke depan.
Pembiayaan infrastruktur inovatif telah disepakati oleh Badan Pengelola Kawasan Rebana bersama tujuh kepala daerah di kawasan ini melalui pembentukan Unit KPBU. Unit ini akan merencanakan, memberikan rekomendasi kebijakan, melakukan sinkronisasi, koordinasi, serta pendampingan proyek KPBU, dan menjembatani pemerintah daerah dengan investor untuk pembangunan proyek-proyek potensial, baik dalam skala kecil maupun untuk proyek seperti SPAM perkotaan, rumah sakit, sekolah, taman, dan lain-lain.
Pembiayaan infrastruktur inovatif telah disepakati oleh BP Rebana bersama tujuh Bupati dan Walikota di Kawasan Rebana melalui pembentukan Unit KPBU (Dokumentasi diambil terpisah di Kota Cirebon, 23 Oktober 2024).
Selain kerja sama tersebut, BP Kawasan Rebana juga menerima dukungan dari beberapa lembaga donor internasional, antara lain Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk pengembangan kawasan Rebana yang terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban; GIZ (Kerja Sama Indonesia – Jerman) dalam penyusunan pra-FS Rebana Integrated Solid Waste Management; Bank Dunia dalam kajian pembangunan kota layak huni melalui transformasi perkotaan di kawasan Rebana; World Resources Institute (WRI) untuk menciptakan kawasan rendah emisi; serta Australia–Indonesia Centre (AIC) dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kebutuhan lokal.
“Kami yakin ke depan Rebana akan menjadi wajah kemajuan Provinsi Jawa Barat. Dengan memanfaatkan momentum urbanisasi yang sedang mencapai puncaknya, kita ingin mengubah era ini menjadi lebih produktif dan membentuk wajah perkotaan masa depan yang livable—didesain untuk membangun peradaban secara terencana (by design), bukan kebetulan (by chance) atau karena keterlanjuran,” pungkas Bernardus.