Nanning Ajukan Kerja Sama “Twin Industrial Hub” Dengan Kawasan Rebana

by | Oct 4, 2024 | Publikasi

Oleh: Edwin P. Ardibrata

Nanning, Tiongkok (29 September 2024) – Pemerintah Kota Nanning, Tiongkok, menyatakan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama strategis dengan Kawasan Rebana di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota Nanning melihat Kawasan Rebana memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia dan mengusulkan pembentukan kerja sama simpul kembar industri atau two-country twin industrial hub antara kedua kawasan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Kongres Rakyat Kota Nanning, Feng Xuejun, saat menerima kunjungan Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Metropolitan Rebana, Bernardus R. Djonoputro, beserta tim, di sela-sela penyelenggaraan China–ASEAN Expo ke-21 (CAEXPO) yang berlangsung pada 24–29 September 2024. Dalam pertemuan tersebut, Feng turut didampingi oleh Wakil Ketua Kongres Huang Juning dan Sekretaris Jenderal Liu Dening.

Feng mengungkapkan bahwa Nanning memiliki banyak kesamaan dengan Rebana, terutama dalam hal pengembangan kawasan industri yang hijau dan berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa Presiden Tiongkok Xi Jinping telah memberikan mandat baru kepada Provinsi Guangxi untuk menjadi jangkar kerja sama antara Tiongkok dan ASEAN. Sebagai ibu kota Guangxi dan Sekretariat Kerja Sama China–ASEAN, Nanning memiliki posisi strategis yang mendukung visi ini.

“Kami melihat banyak kemiripan antara Nanning dan Rebana, baik dari sisi visi pembangunan maupun keberlanjutan. Kami siap bekerja sama dalam pengembangan sektor pengolahan limbah, manufaktur, infrastruktur, transportasi, kota pintar (smart city), serta konversi sampah menjadi energi (waste-to-energy). Kami juga berharap dapat menjalin simpul kembar industri antara kedua negara,” ujar Feng.

Ia menambahkan bahwa Tiongkok kini tengah membangun Kanal Pinglu sepanjang 140 km yang akan menghubungkan daratan Guangxi dengan Teluk Beibu dan negara-negara ASEAN. Kanal ini dirancang untuk dapat dilayari kapal berbobot hingga 5.000 ton, sehingga mempercepat arus logistik regional.

Dalam tanggapannya, Bernardus menyambut baik ajakan kerja sama tersebut dan menyampaikan salam hangat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menekankan bahwa urbanisasi di Indonesia sedang mencapai puncaknya, dengan proyeksi bahwa 80% penduduk akan tinggal di wilayah perkotaan pada tahun 2045.

“Rebana siap untuk menjalin kemitraan strategis dengan Nanning agar proses urbanisasi di Indonesia berjalan lebih produktif dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa kerja sama ini dapat membuka peluang besar bagi kedua kawasan,” ujar Bernardus.

Kawasan Rebana, yang terdiri dari tujuh kota/kabupaten di Jawa Barat — yakni Sumedang, Subang, Majalengka, Indramayu, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kuningan — telah menetapkan 13 Kawasan Peruntukan Industri (KPI) yang didesain dengan pendekatan ramah lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan.

Event Highlights

Partisipasi Badan Pengelola Kawasan Rebana (BP Rebana) dalam CAEXPO kali ini berhasil menarik perhatian luas dari pengunjung internasional, termasuk dari Kamboja, Laos, Tiongkok, serta berbagai kota di Provinsi Guangxi. Sekitar 80 pengunjung telah mencatatkan kehadirannya di booth BP Rebana, menandakan tingginya minat terhadap potensi investasi di kawasan ini.

Diskusi-diskusi yang berlangsung selama pameran tidak hanya membahas peluang investasi, tetapi juga pertukaran praktik terbaik dalam pengelolaan kawasan, infrastruktur, serta kerja sama teknologi dan keberlanjutan. Melalui forum ini, BP Rebana berharap dapat menjaring lebih banyak investor dan mitra strategis dari negara-negara ASEAN dan Tiongkok untuk mendukung pertumbuhan kawasan secara inklusif dan berkelanjutan.