BRICS Lirik Kertajati: Aerocity Rebana Jadi Simpul Industri Global Baru

Beijing, 7 Juli 2025 — Negara-negara anggota BRICS menempatkan Kawasan Rebana sebagai kawasan strategis baru dalam peta industri global. Dalam forum BRICS Partnership on New Industrial Revolution Center (BPIC) yang digelar di Beijing, Sabtu (28/6), para pemimpin industri dan pemangku kebijakan menyebut Kertajati Aerocity sebagai contoh kesiapan Indonesia membangun simpul logistik dan manufaktur berkelas dunia.
Acara BPIC kemarin mencatat 12 kesepakatan proyek senilai total lebih dari Rp 68 Triliun (USD 4,19 miliar) di beberapa negara. Kertajati Aerocity menjadi salah satu tujuan investasi yang mendapatkan komitmen investor dan segera menuju tahap pembangunan awal di paruh kedua tahun 2025.
“Konstruksi akan dimulai pada paruh kedua tahun ini. Proyek ini akan menarik klaster industri di bidang makanan, bahan bangunan, peralatan rumah, dan otomotif di sekitar bandara Kertajati,” ujar Chen Riling, CEO Wanxinda Group Indonesia.
Acara ini dihadiri 200 delegasi dari negara-negara dan mitra BRICS, termasuk Kepala Badan Pelaksana Kawasan Rebana Provinsi Jawa Barat Bernardus Djonoputro dan Direktur Utama PT BIJB Aerocity Development Sri Pujiyanti.
“Kertajati akan berkembang sebagai ekosistem bandara dan infrastruktur utama koridor ekonomi Rebana yang menghubungkan manufaktur, logistik, dan inovasi global,” ujar Bernardus.
BPIC didirikan pada tahun 2020 oleh Republik Rakyat Tiongkok sebagai platform kolaboratif yang telah mengelola lebih dari 80 program pelatihan SDM untuk 3 juta peserta di 100 negara, serta memfasilitasi penandatanganan 107 proyek BRICS senilai Rp 113 Triliun (USD 7 miliar).
Kertajati Aerocity berlokasi sekitar Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Kawasan ini dirancang sebagai aerotropolis, pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Fase pertama mulai tahun 2025, menyasar sektor manufaktur, logistik, dan otomotif, dengan dukungan infrastruktur seperti Tol Cisumdawu dan akan terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban melalui Tol Cipali. Aerocity seluas 3.480 hektar akan menjadi pusat industri pendukung bandara meliputi: pergudangan, kawasan teknologi, fasilitas logistik, dan pengolahan makanan.
“Ke depan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mamastikan pembangunan di pusat pertumbuhan baru Jabar ini. Kita akan bangun terus hubungan antara koridor ekonomi Rebana dengan koridor-koridor ekonomi dunia,” ujar Bernardus, memastikan cerahnya masa depan kawasan ini.
Digagas sebagai “The Next Big Thing In Indonesia”, Kawasan Rebana dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Barat. Kawasan Rebana merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan antarwilayah. Dukungan infrastruktur utama seperti Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Pelabuhan Patimban, dan Tol Trans Jawa, menjadikan Kawasan Rebana sebagai destinasi investasi unggulan di Jawa Barat.
PT BIJB Aerocity Development merupakan pengembang kawasan dari Kertajati Aerocity sebagai salah satu bagian dari Kawasan Rebana. PT BIJB Aerocity Development merupakan anak perusahaan dari PT BIJB salah satu badan usaha milik daerah Provinsi Jawa Barat. Mengelola kawasan seluas 3.480 Ha, PT BIJB Aerocity Development berkomitmen menjadikan Kertajati Aerocity sebagai kota Bandara berkelas dunia.***
Kontak:
Budhiana Kartawijaya
Wakil Kepala Pelaksana Bidang Hubungan Kerja Sama
Badan Pengelola Kawasan Rebana
+6281 8611 702