{"id":1212,"date":"2025-05-08T08:14:05","date_gmt":"2025-05-08T08:14:05","guid":{"rendered":"https:\/\/kawasanrebana.jabarprov.go.id\/?p=1212"},"modified":"2025-05-08T08:17:54","modified_gmt":"2025-05-08T08:17:54","slug":"1212","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kawasanrebana.jabarprov.go.id\/en\/2025\/05\/08\/1212\/","title":{"rendered":"Kawasan Industri Hijau, Ambisi Global, dan Realita Lokal: Siapa yang Siap Berubah?"},"content":{"rendered":"\n[et_pb_section fb_built=&#8221;1&#8243; theme_builder_area=&#8221;post_content&#8221; _builder_version=&#8221;4.27.2&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221;][et_pb_row _builder_version=&#8221;4.27.2&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; theme_builder_area=&#8221;post_content&#8221; min_height=&#8221;127.8px&#8221;][et_pb_column _builder_version=&#8221;4.27.2&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; type=&#8221;4_4&#8243; theme_builder_area=&#8221;post_content&#8221;][et_pb_post_title _builder_version=&#8221;4.27.2&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; theme_builder_area=&#8221;post_content&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;][\/et_pb_post_title][et_pb_text _builder_version=&#8221;4.27.2&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; theme_builder_area=&#8221;post_content&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<h1><span style=\"font-size: medium;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Taifa Industrial Park Ungkap Tantangan Nyata Transformasi Industri Menuju Net Zero<\/span><\/i><\/span><\/h1>\n<p><i>BANDUNG, 02 Mei 2025 \u2013 <\/i>Kawasan industri bukan lagi sekadar tempat produksi. Ia kini berdiri di garis depan medan tempur iklim global. Tetapi pertanyaannya: siapa yang benar-benar siap berubah?<\/p>\n<p>Dalam diskusi kolaboratif antara World Resources Institute (WRI) Indonesia, BP Rebana, dan pengelola kawasan seperti PT Taifa Jaya Development, muncul satu pesan jelas: dekarbonisasi bukan hanya pilihan, tapi keniscayaan\u2014dan ini akan mengubah peta kekuatan industri.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak ingin kebijakan keberlanjutan jadi beban yang hanya ditanggung tenant. Harus ada <i>mutual appreciation<\/i>, bukan instruksi satu arah,\u201d ujar Pak Reynaldi, perwakilan dari PT Taifa Jaya Development.<\/p>\n<p>Sementara kawasan industri disorot sebagai kontributor besar emisi karbon nasional\u2014menyumbang 34% dari seluruh emisi melalui konsumsi dan produksi\u2014fakta di lapangan jauh dari hitam-putih. Banyak pengelola bahkan belum memiliki target net zero yang jelas.\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini bukan soal kemauan semata, tapi juga soal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">realita kapasitas teknis dan ekonomis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: large;\"><b><i>Perubahan besar selalu menimbulkan ketegangan<\/i><\/b><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Di satu sisi, konsumen dan investor menuntut praktik bisnis berkelanjutan\u2014dengan 68% konsumen global bersedia membayar lebih untuk brand hijau.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Di sisi lain, banyak kawasan masih beroperasi di bawah paradigma lama, khawatir bahwa transisi berarti kehilangan daya saing.<\/span><\/p>\n<p>WRI dan BP Rebana pun mendorong pendekatan <span style=\"text-decoration: underline;\">transformatif namun fleksibel<\/span> lewat kerangka kerja konkret:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Dekarbonisasi Estate Regulation<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 regulasi kawasan yang ramah iklim<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Penguatan Kapasitas Tenant &amp; Pengelola<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 seperti sesi pelatihan hari ini<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Referensi Internasional &amp; Domestik<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 untuk menjembatani ambisi global dengan konteks lokal<\/span>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Jadi, siapa yang akan memimpin perubahan ini?<\/em><b><br \/><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan multinasional seperti Unilever dan Heineken telah memaksa para mitra lokal mereka bergerak menuju net zero. Sementara itu, hanya 2 dari 30+ perusahaan Indonesia yang telah memvalidasi target net zero mereka. Terlalu sedikit untuk sebuah negara sebesar Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun peluangnya justru besar:<\/span><\/p>\n<p><strong><em>&#8220;Mereka yang berani menjadi pelopor justru akan mendapat kepercayaan publik, penghematan biaya, dan posisi tawar yang lebih tinggi di masa depan,\u201d ujar perwakilan dari WRI Indonesia.<\/em><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah tantangan ini, PT Taifa Jaya Development, pengelola Kawasan Taifa Industrial Pak, mengambil langkah berani: menyusun pedoman kawasan, menyelaraskan visi manajemen, dan membuka ruang dialog dengan tenant secara transparan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Indonesia butuh lebih banyak Taifa-Taifa lain<\/em>\u2014yang siap belajar, berkolaborasi, dan menyusun ulang model bisnis kawasan industri dari nol demi masa depan yang hijau dan berdaya saing.<\/span><\/p>[\/et_pb_text][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Taifa Industrial Park Ungkap Tantangan Nyata Transformasi Industri Menuju Net Zero BANDUNG, 02 Mei 2025 \u2013 Kawasan industri bukan lagi sekadar tempat produksi. Ia kini berdiri di garis depan medan tempur iklim global. Tetapi pertanyaannya: siapa yang benar-benar siap berubah? Dalam diskusi kolaboratif antara World Resources Institute (WRI) Indonesia, BP Rebana, dan pengelola kawasan seperti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1216,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1212","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kawasanrebana.jabarprov.go.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kawasanrebana.jabarprov.go.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kawasanrebana.jabarprov.go.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kawasanrebana.jabarprov.go.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kawasanrebana.jabarprov.go.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1212"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/kawasanrebana.jabarprov.go.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1212\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1220,"href":"https:\/\/kawasanrebana.jabarprov.go.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1212\/revisions\/1220"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kawasanrebana.jabarprov.go.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1216"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kawasanrebana.jabarprov.go.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kawasanrebana.jabarprov.go.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kawasanrebana.jabarprov.go.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}