Kota Nanning Ingin Bangun Kerja Sama Strategis Dengan Kawasan Rebana

by | Oct 5, 2024 | Publikasi

NANNING, TIONGKOK (29 September 2024) – Pemerintah dan masyarakat Kota Nanning menilai Kawasan Rebana di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah Kota Nanning menyatakan kesiapannya untuk turut berkontribusi dalam pembangunan kawasan strategis tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Kongres Rakyat Kota Nanning, Feng Xuejun, saat menerima kunjungan Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Metropolitan Rebana, Bernardus R. Djonoputro, dan tim, dalam rangkaian kegiatan China–ASEAN Expo ke-21 (CAEXPO-21) yang diselenggarakan pada 24–29 September 2024. Feng didampingi oleh Wakil Ketua Kongres Huang Juning dan Sekretaris Jenderal Liu Dening.

Rebana merupakan kawasan strategis yang meliputi tujuh kota/kabupaten di Jawa Barat: Kabupaten Sumedang, Subang, Majalengka, Indramayu, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kuningan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan 13 Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di wilayah ini, seluruhnya dikembangkan dengan prinsip hijau dan berkelanjutan.

Nanning, ibu kota dari Daerah Otonomi Khusus Guangxi, dikenal sebagai kota industri hijau dan kota dengan jumlah taman terbanyak di Tiongkok. Kota ini telah meraih berbagai penghargaan internasional, termasuk Gulungan Kehormatan dari UN-Habitat atas komitmennya terhadap pengembangan kota yang layak huni. Feng mencatat bahwa terdapat kemiripan antara Nanning dan Rebana, khususnya dalam hal visi pembangunan kawasan industri yang ramah lingkungan.

Presiden Tiongkok Xi Jinping telah menetapkan Guangxi sebagai jangkar kerja sama antara Tiongkok dan ASEAN. Sebagai ibu kota Guangxi sekaligus Sekretariat Kerja Sama China–ASEAN, Nanning memainkan peran penting sebagai tuan rumah tetap CAEXPO. Xi mendorong agar negara-negara ASEAN memanfaatkan saluran kerja sama melalui Nanning.

Secara geografis dan infrastruktur, Nanning berada pada posisi strategis sebagai gerbang menuju Asia Tenggara, dengan jaringan kereta cepat yang telah menghubungkan seluruh wilayah Tiongkok dan menjangkau Laos, Thailand, Vietnam, serta negara ASEAN lainnya. Saat ini, Tiongkok juga tengah membangun Kanal Pinglu sepanjang 140 km yang akan menghubungkan Guangxi dengan Teluk Beibu dan negara-negara ASEAN. Kanal ini dirancang untuk dilayari kapal berbobot hingga 5.000 ton, sehingga dapat mempercepat arus barang lintas negara.

Dalam pertemuan tersebut, Feng mengusulkan pembentukan kerja sama simpul industri kembar (two-country twin industrial hub) antara Nanning dan Rebana. Ia menyambut baik penetapan 13 KPI dan kemajuan 80 proyek strategis di Kawasan Rebana, termasuk pengembangan Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban. “Dengan kemiripan antara Nanning dan Rebana, kami siap bekerja sama dalam pengelolaan limbah, manufaktur, infrastruktur, transportasi, kota pintar (smart city), hingga teknologi waste-to-energy. Kami juga membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai regulasi perpajakan dan ketenagakerjaan di Indonesia,” ujar Feng.

Feng juga menyampaikan harapannya agar Indonesia, khususnya Kawasan Rebana, dapat memberikan masukan dalam pengembangan Kawasan Metropolitan Nanning. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun budaya kota yang sehat dan memperkuat komunikasi antarkawasan secara berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Bernardus menyampaikan salam dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan menyambut positif ajakan kerja sama ini. Ia berharap hubungan baik antara Nanning dan Rebana terus berlanjut. “Ini adalah kali kedua Rebana diundang untuk berpartisipasi dalam CAEXPO, dan hubungan sister city antara kedua kawasan telah terjalin. Indonesia tengah menghadapi puncak urbanisasi, di mana pada 2045 diperkirakan 80% penduduk akan tinggal di wilayah perkotaan. Kami ingin bekerja sama dengan Nanning agar urbanisasi di Indonesia dapat berlangsung secara produktif dan berkelanjutan,” ujar Bernardus.