Pada Jumat (25/4/2025), Kepala Pelaksana BP Kawasan Rebana, Bernardus Djonoputro bersama detikcom menginisiasikan pertemuan dengan para pimpinan dari pengelola kawasan industri/badan usaha di Kawasan Rebana. Kegiatan ini bertujuan sebagai update dan monitoring progres pengembangan kawasan industri di Kawasan Rebana, serta inisiasi peluang kerja sama dalam rangka konsolidasi percepatan pembangunan Kawasan Industri di Wilayah Rebana sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021.
Dalam pertemuan tersebut, Bernardus Djonoputro menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. “Kawasan Rebana dirancang untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis industri, logistik, dan inovasi teknologi,” ujarnya.
Salah satu topik utama dalam pertemuan tersebut adalah transisi energi industri melalui penggunaan panel surya. Para pelaku usaha menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan energi terbarukan, terutama terkait dengan transparansi harga dan peran perantara dalam rantai pasok panel surya. “Kami berharap ada kebijakan yang mendukung investasi energi terbarukan dan mengurangi hambatan dalam pengadaan teknologi,” kata salah satu peserta pertemuan.
BP Kawasan Rebana, bersama dengan mitra strategis seperti WRI Indonesia, tengah menyusun regulasi kawasan yang mencakup aspek keberlanjutan dan efisiensi energi. Regulasi ini diharapkan dapat memberikan panduan yang jelas bagi pengelola kawasan dan tenant dalam mengadopsi teknologi hijau dan mencapai target net zero emisi.
Kawasan Metropolitan Rebana, yang mencakup tujuh kota/kabupaten di Jawa Barat, telah menarik perhatian investor domestik dan internasional. Sebanyak 20 perusahaan telah memulai pembangunan proyek di 13 kawasan industri yang telah ditetapkan, dengan fokus pada industri hijau dan berkelanjutan.
Melalui inisiatif “Friends of Rebana Business Leaders”, diharapkan tercipta sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berkelanjutan.