Rebana Menuju Dunia: BP Rebana Tawarkan Investasi Wisata Kelas Dunia di Jepang

Bandung, 5 Juni 2025 – Badan Pengelola Kawasan Rebana (BP Rebana) terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan Rebana sebagai koridor ekonomi masa depan Jawa. BP Rebana berkesempatan hadir di dua kota utama di Jepang—Osaka dan Tokyo—untuk memperkenalkan potensi kawasan dalam sektor pariwisata, Selasa dan Rabu (3-4/6).
Partisipasi BP Rebana di Osaka ditandai dengan kehadiran dalam Indonesia Wellness and Health Tourism Investment Forum, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari partisipasi Indonesia dalam Expo 2025 Osaka, pameran dunia lima tahunan. Diharapkan menarik lebih dari 28 juta pengunjung dari seluruh dunia, menjadikannya platform strategis untuk memperkenalkan potensi investasi Indonesia kepada komunitas global.
Indonesia Wellness and Health Tourism Investment Forum ini dihadiri oleh lebih dari 40 investor Jepang dan global, yang tertarik pada peluang ekspansi investasi di sektor pariwisata, khususnya health and wellness tourism. Diantanya adalah JTrust, Japan Airlines, Hanwa, hingga ASEAN-Japan Center.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pelaksana BP Rebana, Bernardus Djonoputro, menyampaikan potensi strategis Kawasan Rebana sebagai koridor ekonomi dan pariwisata yang terintegrasi. Ia menekankan pentingnya menjadikan sektor pariwisata sebagai instrumen penguatan ekonomi regional, sekaligus penambah daya tarik bagi investasi internasional.
“Setiap koridor ekonomi global memiliki destinasi wisata kelas dunia. Itulah yang sedang kami bangun di Rebana. Kami ingin menjadikan Rebana bukan hanya sebagai pusat logistik dan manufaktur, tapi sebuah koridor ekonomi yang sinergestik.” ujar Bernardus.
Dalam forum tersebut, BP Rebana memfokuskan pariwisata pada koridor wisata Cirebon–Kuningan–Majalengka–Sumedang–Subang. Wilayah ini dipilih karena memiliki keunggulan geografis, keunikan budaya, dan kekayaan alam yang luar biasa. Salah satu destinasi yang ditonjolkan adalah Kebun Raya Kuningan, kebun raya terbesar di Pulau Jawa. Tak hanya menjadi pusat konservasi hayati dan ruang terbuka hijau, Kebun Raya Kuningan sedang dikembangkan menjadi zona integratif ecotourism, pendidikan, dan hospitality.
Di Kebun Raya Kuningan, BP Rebana bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan sedang mempersiapkan pembangunan Sekolah Tinggi Pariwisata dan Kuliner Dunia. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan resor bintang lima sebagai pusat praktik mahasiswa sekaligus layanan wellness resort untuk wisatawan. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat menghadirkan ekosistem wisata kelas dunia yang terpadu antara pendidikan, hospotality, dan pengalaman wisata berkualitas tinggi.
Usai forum di Osaka, BP Rebana Bersama Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani Mustafa melanjutkan kunjungan ke Tokyo untuk memperluas jejaring dan kolaborasi strategis, khususnya di sektor kesehatan. Dalam pertemuan dengan Medical Excellence Japan (MEJ), BP Rebana menjajaki peluang kerjasama dalam pengembangan medical dan wellness tourism, sebagai bagian dari transformasi kawasan Rebana menjadi pusat investasi global terintegrasi.
MEJ merupakan kemitraan strategis antara pemerintah Jepang dan berbagai perusahaan besar di sektor layanan kesehatan dan farmasi. Kerja sama ini diharapkan membuka jalan bagi integrasi layanan kesehatan berstandar internasional ke dalam ekosistem pariwisata Rebana.
“Kami sedang membangun model koridor ekonomi yang lengkap—termasuk layanan kesehatan berkelas internasional. Kolaborasi dengan MEJ menjadi sangat strategis karena memungkinkan transfer teknologi, knowledge, dan reputasi dari mitra Jepang ke dalam ekosistem Rebana,” jelas Bernardus.
Kunjungan ini menegaskan komitmen BP Rebana dalam menjadikan kawasan Rebana sebagai poros baru pertumbuhan ekonomi dan investasi. Selain mempromosikan potensi investasi, kunjungan ini juga menjadi sarana memperluas jejaring kerja sama global antar-lembaga, baik pemerintah maupun swasta, sebagai bagian dari diplomasi ekonomi daerah yang lebih aktif dan terukur.***
Osaka & Tokyo, Jepang, 4 Juni 2025
Kontak:
Budhiana Kartawijaya
Wakil Kepala Pelaksana Bidang Hubungan Kerja Sama
Badan Pengelola Kawasan Rebana
+6281 8611 702