Penguatan Program Pusat Industri Hijau di Kabupaten Subang dan Indramayu pada Executing Committee (EC) Meeting

Bandung, 4 Desember 2025 — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Coordinating Ministry for Economic Affairs/CMEA) tengah memperkuat arah pembangunan jangka panjang Kawasan Rebana melalui penyusunan Rencana Induk Pengembangan Kawasan Rebana. Penyusunan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) sebagai bagian dari inisiatif strategis untuk menjadikan Rebana sebagai kawasan pertumbuhan baru berstandar global. Kerja sama ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mentransformasi Kawasan Rebana menjadi pusat pertumbuhan ekonomi tidak hanya bagi Provinsi Jawa Barat, tetapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan.
Rapat Executing Committee (EC) sebagai forum utama dalam kerja sama ini telah diselenggarakan pada 4 Desember 2025. Rapat tersebut membahas visi, tujuan, serta muatan Rencana Dasar Program Pembangunan Pusat Industri Hijau yang merupakan elemen paling krusial dalam mewujudkan Rencana Induk Kawasan Rebana, sekaligus penguatan kelembagaan untuk program-program prioritas lainnya. Selain itu, dilakukan pula koordinasi terkait berbagai substansi yang akan disepakati dalam pertemuan Joint Coordination Committee pada Januari 2026.
EC Meeting diikuti oleh 62 peserta, yang terdiri dari 52 peserta yang hadir secara luring (offline) dan 9 peserta secara daring (online). Seluruh peserta merupakan perwakilan dari Kementerian/Lembaga (K/L) yang merupakan anggota EC yang memiliki peran dalam memberikan arahan kebijakan bagi pengembangan Kawasan Rebana.
Acara dibuka dengan rangkaian pemaparan dari para tokoh kunci EC. Bapak Helmy Yahya, selaku Kepala Pelaksana BP Rebana, menyampaikan paparan mengenai kondisi geopolitik global terkini serta berbagai peluang strategis yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung percepatan pengembangan Kawasan Rebana. Selanjutnya, Bapak Suroto, Asisten Deputi untuk Pengembangan Kawasan Ekonomi dan Proyek Strategis pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, memaparkan strategi integrasi rencana pengembangan Kawasan Rebana dengan delapan strategi utama dalam RPJMN 2025–2029 guna mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%. Paparan kemudian dilanjutkan oleh Bapak Sumasna, Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat yang menjelaskan peran dan kesiapan Kawasan Rebana dalam mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi berbasis industri di Jawa Barat sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Setelah sesi pembukaan, JICA Expert Team memaparkan konsep Program Pusat Industri Hijau yang telah disesuaikan berdasarkan masukan dan hasil diskusi dalam CBM. Paparan ini mencakup penyempurnaan visi, tujuan, dan rencana dasar pembangunan, serta konsep rencana tata ruang, termasuk penguatan pusat pertumbuhan, kawasan prioritas industri, keterkaitan jaringan transportasi pendukung, dan proses kelembagaan.
Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama para anggota EC untuk memperdalam pembahasan serta memperoleh poin-poin kesepakatan yang akan di bawa ke Joint Coordinating Committee (JCC) Meeting ketiga pada Januari 2026 nanti. Dalam diskusi tersebut, para anggota menyepakati sejumlah poin utama yang akan menjadi agenda pembahasan. Poin-poin tersebut meliputi penguatan koherensi pengembangan wilayah Indonesia dan Jepang melalui kerja sama JICA, yang akan ditindaklanjuti melalui pembahasan penyesuaian struktur komite, penyelarasan visi dan prioritas program, penetapan Pusat Industri Hijau sebagai program prioritas, serta pembaruan rencana kerja proyek. Selain itu, EC Meeting juga menekankan perlunya pendetailan aspek kelembagaan guna memastikan kejelasan struktur pengelola Kawasan Peruntukan Industri (KPI) serta pihak pelaksana program Pusat Industri Hijau.
Forum EC Meeting kemudian ditutup dengan penyampaian dari Mr. Kakuda, Senior Representative of JICA Indonesia, yang menekankan bahwa JICA akan selalu membuka ruang untuk potensi kerjasama ke depan dan akan melaksanakan yang terbaik pada proyek konsultansi master plan Kawasan Rebana hari ini. Melalui penyelenggaraan EC Meeting ini pula, diharapkan adanya kejelasan poin-poin yang akan disepakati pada JCC Meeting di Januari 2026, termasuk status dan potensi kerjasama pemerintah Indonesia – JICA untuk pengembangan Kawasan Rebana ke depannya.***