Pertemuan Konsultasi Publik (PCM) Kedua mengenai Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk Skenario Alternatif dalam Program Pembangunan Pusat Industri Hijau

by | Feb 6, 2026 | Publikasi, Siaran Pers

Pada tanggal 5 Februari 2026, diselenggarakan Rapat Konsultasi Publik untuk Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) guna membahas dampak sosial dan lingkungan yang berpotensi timbul dari berbagai skenario pengembangan alternatif dalam Program Pembangunan Pusat Industri Hijau di Kabupaten Subang dan Indramayu. Rapat tersebut dihadiri oleh sekitar 65 peserta yang mewakili berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga pemerintah nasional dan lokal, sektor swasta, dan akademisi, baik secara langsung maupun daring.

Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Cecep, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang, yang menekankan pentingnya KLHS dan langkah-langkah mitigasinya untuk mengelola Kabupaten Subang dan wilayah lain secara berkelanjutan. Sambutan kedua disampaikan oleh Ibu Zuchrufijati Muchlis, Koordinator Pengelolaan Infrastruktur di BP Rebana, yang memaparkan update terbaru mengenai pengembangan Kawasan Rebana dan upaya yang telah dilakukan hingga saat ini. Pemaparan Ini kemudian diikuti oleh presentasi dari Tim Ahli JICA yang menguraikan skenario alternatif untuk Pusat Industri Hijau—fokus pada wilayah Patimban, Subang Cipali, dan Indramayu. Skenario alternatif yang diusulkan untuk setiap lokasi dibahas dalam tiga skenario pembangunan: (a) business as usual, yang tidak melibatkan intervensi tambahan atau minimal di luar kondisi saat ini; (b) balanced growth, yang menekankan keseimbangan antara pengembangan industri dan pelestarian penggunaan lahan yang ada; dan (c) maximizing industrial growth yang berfokus pada optimalisasi perluasan industri hijau. Setiap skenario dievaluasi untuk mengidentifikasi besaran dan karakteristik dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan potensialnya di kawasan terkait dan sekitarnya serta di seluruh Kawasan Rebana.

Selama sesi utama, peserta dibagi menjadi empat kelompok diskusi—tiga dilakukan secara langsung dan satu secara daring—masing-masing difasilitasi oleh Tim Ahli JICA dan ditugaskan untuk mengevaluasi skenario alternatif salah satu dari tiga lokasi. Diskusi berlangsung sangat interaktif dan berlangsung sekitar satu jam, di mana peserta berbagi perspektif beragam mengenai potensi dampak keberlanjutan di berbagai kategori penilaian untuk wilayah studi masing-masing. Sesi kelompok diakhiri dengan presentasi hasil penilaian kepada semua peserta.

Setelah presentasi kelompok, Rapat Konsultasi Publik secara resmi ditutup. Hasil diskusi kelompok menjadi masukan penting bagi Tim Ahli JICA untuk menyempurnakan dan meningkatkan penilaian dampak yang telah dilakukan sebelumnya guna memberikan rekomendasi pemilihan skenario pengembangan. Analisis rinci ini digunakan untuk meminimalkan dampak negatif sambil memaksimalkan manfaat potensial pengembangan Pusat Industri Hijau di Kawasan Rebana guna mencapai pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.*