Kawasan Rebana, 02 Mei 2025 — Dalam rangka memperkuat ekosistem inovasi yang berkelanjutan di kawasan industri, BP Kawasan Rebana bekerja sama dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia menyelenggarakan kegiatan Capacity Building bertema “Pengelolaan Inovasi dalam Transisi Energi dan Dekarbonisasi”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola kawasan industri dalam memahami, mengelola, dan memanfaatkan kekayaan intelektual yang mendorong upaya transisi energi menuju target net-zero emission.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Perindustrian yang menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong sektor industri agar lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dalam sambutannya, perwakilan Kemenperin menyampaikan bahwa regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Perindustrian No. 2 Tahun 2025 tentang Penyampaian Data Emisi Industri, telah mulai diimplementasikan dan ditargetkan dapat diterapkan oleh 168 kawasan industri yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Kita sedang menyusun kerangka pengembangan kawasan industri berwawasan lingkungan yang mencakup empat aspek utama: manajemen, lingkungan, sosial, dan ekonomi,” ujar perwakilan Kemenperin. “Kami berharap kawasan industri tidak hanya memberi nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga mampu hidup berdampingan dengan lingkungan sekitar dan memberi rasa aman bagi para tenaga kerja.”
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BP Kawasan Rebana menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pengelola kawasan industri untuk menyikapi tantangan pembangunan berkelanjutan di tengah pertumbuhan urbanisasi yang pesat.
“Transformasi sosial dan ekonomi sedang terjadi. Dalam 30 tahun ke depan, diproyeksikan akan ada 70 juta kelas menengah baru di Indonesia, dan kawasan metropolitan seperti Rebana akan menjadi episentrum pertumbuhan,” ungkapnya.
“Kita tidak boleh mengulangi kesalahan masa lalu, di mana pembangunan kawasan industri dilakukan tanpa kerangka keberlanjutan. Maka dari itu, kami mendorong setiap pengelola kawasan untuk menyusun rencana yang selaras dengan prinsip SDGs dan industrial estate regulation berbasis green economy.”
Ia juga menekankan bahwa BP Rebana saat ini tengah menyusun Sustainability Report tahunan sebagai bentuk komitmen tata kelola setara dengan perusahaan-perusahaan kelas dunia. Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bersama bagi pengelola kawasan dalam memperkuat regulasi industri yang sejalan dengan arah kebijakan energi bersih dan net-zero emission.
WRI Indonesia, di bawah kemitraan Climate Solution Partnerships, telah melakukan studi dan penyusunan strategi mendekarbonisasi Kawasan Rebana dalam rangka mencapai target Net Zero di tahun 2045. Hasil studi disampaikan oleh Clorinda Wibowo, Energy Manager at WRI Indonesia, pada Rebana Expo 09 November 2023).
Dengan diadakannya kegiatan Capacity Building ini, para peserta diharapkan mampu menjawab tantangan pembiayaan hijau (sustainable finance), memahami peluang insentif ramah lingkungan, serta memperkaya praktik penyusunan pedoman kawasan industri berbasis keberlanjutan.
Kolaborasi antara BP Rebana dan WRI menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kawasan industri di Jawa Barat sebagai provinsi unggulan investasi nasional, dan menjadi model pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan bagi Indonesia.