Perkuat Arah Pembangunan Jangka Panjang, Rebana Matangkan Masterplan Bertaraf Global 

by | Jun 30, 2025 | Publikasi, Siaran Pers

Bandung, 30 Juni 2025 – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperkuat arah pembangunan jangka panjang Kawasan Rebana melalui penyusunan masterplan kawasan yang terintegrasi dengan Pelabuhan Internasional Patimban. Penyusunan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), sebagai bagian dari upaya strategis menjadikan Rebana sebagai kawasan pertumbuhan baru bertaraf global. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi Kawasan Rebana menjadi simpul ekonomi tidak hanya skala Jawa Barat, namun skala nasional. 

Dua pertemuan penting dalam implementasi kerjasama ini, yaitu, Executing Committee (EC) Meeting pada 10 Juni dan Joint Coordinating Committee (JCC) Meeting pada 17 Juni 2025, menjadi momentum untuk mengonsolidasikan arah dan bentuk pengembangan Rebana yang semakin terstruktur. Kolaborasi ini melibatkan lembaga lintas tingkatan, mulai dari kementerian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta tujuh pemerintah kabupaten/kota di kawasan Rebana. 

“Dalam visi menuju Indonesia Emas 2045, Kawasan Rebana ini diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, tidak hanya bagi Jawa Barat tetapi juga sebagai mesin baru pembangunan nasional,” kata Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Mohammad Rudy Salahuddin, saat membuka The 2nd Joint Coordinating Committee (JCC) Meeting Project for Rebana Area Development which is related to Patimban International Port di Jakarta, Selasa (17/06). 

Dalam pertemuan ini, dibahas sejumlah agenda strategis yang mengukuhkan tata kelola pembangunan Kawasan Rebana. Mulai dari penyepakatan struktur keanggotaan JCC dan EC, penyampaian progres pengembangan kawasan, hingga pemaparan perkembangan penyusunan kajian masterplan oleh JICA. Masterplan ini dirancang sebagai peta jalan jangka panjang yang akan memandu pembangunan kawasan secara berkelanjutan dan menyeluruh. 

Kepala BP Rebana, Bernardus Djonoputro, menegaskan bahwa keterlibatan mitra pembangunan global seperti JICA menandakan bahwa Rebana kini menjadi perhatian dunia internasional, bukan hanya dalam konteks investasi, tetapi juga dalam perencanaan kawasan.  

“Masterplan ini tidak hanya memperkuat koordinasi antardaerah, tetapi juga menunjukkan bahwa Rebana memiliki posisi strategis yang dilihat dunia. Kita sedang membangun kawasan masa depan Indonesia dengan fondasi yang kuat dan dukungan global yang kredibel,” tegas Bernardus. 

Salah satu capaian utama dari proses ini adalah disepakatinya tujuh program prioritas pengembangan kawasan berbasis koridor. Di antaranya adalah pengembangan Green Industry Hub di sekitar Patimban dan Patimban New City, koridor pusat riset dan inovasi, hingga program pembangunan rantai nilai agro-processing yang mencakup wilayah Indramayu dan Cirebon. Upaya penguatan ketahanan wilayah pesisir, promosi pariwisata, dan revitalisasi Kota Cirebon juga masuk dalam daftar program prioritas. 

Pertemuan JCC ditutup dengan penandatanganan Minutes of Meeting (MoM) oleh perwakilan JICA Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dokumen ini menjadi dasar resmi untuk melangkah ke tahap berikutnya, termasuk penyusunan rencana detail dan penguatan sistem implementasi proyek-proyek prioritas yang telah disepakati.  

Masterplan kawasan ini akan memperkaya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021. Dengan dukungan penuh dari mitra global dan sinergi lintas pemerintah, Rebana diarahkan menjadi simpul baru pertumbuhan nasional yang terhubung secara internasional, inklusif, dan berdaya saing.

 

Kontak:
Budhiana Kartawijaya
Wakil Kepala Pelaksana Bidang Hubungan Kerja Sama
Badan Pengelola Kawasan Rebana
+6281 8611 702